Surabaya, 22 Mei 2026 — Menjelang datangnya bulan Dzulhijjah dan Hari Raya Idul Adha, pemahaman masyarakat terhadap syariat kurban menjadi hal yang semakin penting. Ibadah kurban tidak hanya berkaitan dengan kesiapan finansial untuk membeli hewan kurban, tetapi juga membutuhkan pemahaman yang benar mengenai hukum, tata cara pelaksanaan, hingga nilai sosial yang terkandung di dalamnya.
Berangkat dari semangat tersebut, Mitra Dai Nusantara (MDN) bersama Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman al-Hakim (STAIL) Surabaya menggelar kajian Islam bertajuk “Fikih Berqurban: Dari Syariat Menuju Kebermanfaatan Umat” pada Jumat pagi (22/5/2026) di Masjid Darul Arqom Indonesia, Gang Keputih 3C No. 51–53, Kecamatan Sukolilo, Surabaya.
Kajian yang dilaksanakan usai salat Subuh berjamaah tersebut menghadirkan narasumber akademisi sekaligus dai muda, Ustaz Aulia Al-Haq, Lc., M.Ag., alumnus Al-Azhar University. Dalam penyampaiannya, ia mengulas berbagai aspek fikih kurban secara komprehensif, mulai dari hukum berkurban, syarat hewan kurban, ketentuan penyembelihan sesuai syariat, hingga adab dan hikmah sosial yang menyertai ibadah tersebut.
Menurut Ustaz Aulia, kurban bukan sekadar aktivitas ritual tahunan, melainkan bentuk penghambaan dan ketakwaan seorang hamba kepada Allah SWT. Di balik penyembelihan hewan kurban, terdapat pesan mendalam tentang keikhlasan, kepatuhan, kepedulian, dan semangat berbagi kepada sesama.
“Kurban bukan hanya tentang menyembelih hewan dan membagikan daging. Di dalamnya ada nilai keikhlasan, kepatuhan kepada Allah SWT, sekaligus semangat berbagi dan pemerataan kesejahteraan sosial,” ujar Ustaz Aulia dalam kajian tersebut.
Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan dan distribusi daging kurban secara tepat sasaran. Menurutnya, panitia kurban dan para dai perlu memahami bahwa ibadah kurban memiliki dimensi sosial yang kuat. Karena itu, daging kurban hendaknya benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama fakir miskin, masyarakat pelosok, dan kelompok rentan yang jarang menikmati konsumsi daging secara layak.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa kader dai pelesok negeri yang tinggal di Asrama Darul Arqom. Sejak dini hari, para kader dai telah memenuhi saf-saf masjid untuk mengikuti salat Subuh berjamaah dan kajian secara langsung. Kehadiran mereka mencerminkan semangat generasi muda muslim dalam memperdalam pemahaman keislaman sekaligus mempersiapkan diri menjadi kader dai yang siap mengabdi di berbagai pelosok negeri.
Bagi mahasiswa kader dai, kajian fikih kurban memiliki nilai strategis. Mereka tidak hanya dituntut memahami teori keagamaan, tetapi juga harus mampu menjelaskan hukum-hukum ibadah kepada masyarakat dengan bahasa yang mudah dipahami. Terlebih, momentum Idul adha sering kali menghadirkan berbagai pertanyaan praktis di tengah umat, seperti kriteria hewan kurban, hukum patungan kurban, tata cara penyembelihan, hingga pembagian daging kurban.
Suasana kajian berlangsung khidmat namun tetap interaktif. Para peserta tampak aktif mencatat materi, menyimak penjelasan narasumber, serta mengajukan pertanyaan saat sesi diskusi dibuka. Antusiasme juga datang dari masyarakat sekitar wilayah Keputih yang turut hadir mengikuti kajian hingga selesai.
Kolaborasi antara Mitra Dai Nusantara dan STAIL Surabaya ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam memperkuat dakwah berbasis edukasi serta meningkatkan literasi keislaman di kalangan generasi muda. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami fikih kurban secara benar, tetapi juga mampu menjadi penyambung ilmu dan nilai-nilai kebermanfaatan bagi masyarakat luas.
Ke depan, sinergi MDN dan STAIL Surabaya diharapkan terus berlanjut melalui berbagai program pembinaan dai, kajian keislaman, dan pengabdian masyarakat, khususnya dalam menyiapkan kader dakwah yang berilmu, berkarakter, dan siap hadir melayani umat hingga ke pelosok negeri.
Suara Didik/AJ






