Surabaya, 07 Juli 2026 — Yayasan Mitra Dai Nusantara kembali menunaikan amanah donatur melalui penyaluran zakat maal kepada masyarakat fakir miskin di Kota Surabaya. Kegiatan penyaluran kali ini dilaksanakan di Kelurahan Karah, Kecamatan Jambangan, Kota Surabaya, dengan penerima manfaat Ibu Sumariah, seorang warga sederhana yang selama ini berjuang keras menopang kebutuhan keluarganya.
Ibu Sumariah tinggal di rumah sederhana bersama suami dan dua anaknya. Kondisi rumah yang ditempati masih sangat memprihatinkan. Ketika musim hujan tiba, air kerap masuk ke dalam rumah. Selain itu, bagian atap dan plafon rumah juga sering mengalami kebocoran. Meski demikian, Ibu Sumariah tetap menjalani kehidupannya dengan penuh kesabaran dan rasa syukur.

Kondisi ekonomi keluarga Ibu Sumariah semakin berat setelah suaminya mengalami kecelakaan kerja saat menjadi kuli bangunan. Suaminya jatuh hingga mengalami patah tulang dan sejak tahun 2013 tidak lagi mampu bekerja seperti sebelumnya. Sejak saat itu, Ibu Sumariah menjadi salah satu tulang punggung keluarga. Ia bekerja sebagai pembantu rumah tangga di salah satu perumahan sekitar Ketintang, Surabaya.
“Saya bekerja sebagai pembantu rumah tangga sudah lima belas tahun. Sampai sekarang gaji saya per bulan delapan ratus ribu rupiah. Dengan gaji segitu saya tetap bersyukur, yang penting halal,” ujar Ibu Sumariah.
Setiap hari, Ibu Sumariah berangkat bekerja menggunakan sepeda ontel. Jarak yang ditempuh sekitar lima hingga enam kilometer dari rumahnya. Ia bekerja sejak pagi hingga pukul tiga sore. Baginya, pekerjaan yang halal harus dijalani dengan ikhlas, meskipun penghasilannya tidak besar. Bahkan ketika ada tetangga yang mempertanyakan kecilnya gaji yang diterima, Ibu Sumariah tetap menjawab dengan lapang dada bahwa dirinya bersyukur selama rezeki itu halal.
Di tengah keterbatasan, Ibu Sumariah juga berusaha memperbaiki rumahnya secara mandiri. Ketika ada bagian atap atau plafon yang bocor, ia mencari potongan plafon, tripleks, atau bahan bekas lainnya untuk menambal bagian yang rusak.
“Saya tidak malu mencari yang bekas-bekas untuk menambal yang bocor. Walaupun pakai plafon atau tripleks bekas, yang penting bagi saya halal,” ungkapnya.
Ibu Sumariah mulai tinggal di Surabaya sejak tahun 1994. Hingga kini, ia belum memiliki tanah sendiri. Tanah yang ditempati masih berstatus sewa, sementara bangunan rumah didirikan dari hasil kerja keras bersama suaminya selama bertahun-tahun.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Yayasan Mitra Dai Nusantara turun langsung menyalurkan bantuan zakat maal dari para donatur kepada penerima manfaat. bantuan ini merupakan wujud komitmen Mitra Dai Nusantara dalam menyalurkan amanah umat secara tepat sasaran, sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
Ketua Mitra Dai Nusantara menyampaikan terima kasih atas kesempatan bersilaturahmi dengan keluarga Ibu Sumariah. Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban keluarga penerima manfaat serta menjadi jalan keberkahan bagi para donatur.

“Alhamdulillah, hari ini kami bisa bersilaturahmi langsung ke rumah Ibu Sumariah. Semoga silaturahmi ini terus terjalin dan menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam menebar kebaikan serta kepedulian sosial,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Mitra Dai Nusantara berharap sinergi kebaikan bersama para donatur dan mitra lembaga terus berlanjut, sehingga semakin banyak masyarakat membutuhkan yang dapat terbantu melalui penyaluran zakat, infak, dan sedekah secara tepat sasaran.






