Surabaya, 28 Juni 2026 — Mitra Dai Nusantara kembali menebar manfaat melalui program wakaf Al-Qur’an dalam kegiatan Rihlah dan Mabit Keputrian yang dilaksanakan pada Jumat–Sabtu, 26–27 Juni 2026, di Pusdiklat Madyan Hidayatullah Trawas, Dusun Dludung, Trawas. Kegiatan ini mengangkat semangat besar bertajuk “Menebar Wangi Al-Qur’an, Menanam Teduh Kehidupan” sebagai ikhtiar menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus membangun karakter muslimah yang kuat, bersyukur, dan terus bertumbuh.
Kegiatan Rihlah dan Mabit Keputrian ini menjadi ruang pembinaan, penguatan ukhuwah, serta penyegaran ruhiyah bagi para peserta. Selain menikmati suasana alam Trawas yang sejuk dan menenangkan, peserta juga mendapatkan bekal ilmu melalui kajian dan sharing session bersama Ustadzah Umi Ayyun. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Yayasan Hidayatullah Trawas, Sekretaris DPD Hidayatullah, serta Sekretaris Mushida Jawa Timur.
Dalam kesempatan tersebut, Mitra Dai Nusantara menyalurkan wakaf Al-Qur’an sebagai bentuk kepedulian terhadap pembinaan generasi Qur’ani. Penyaluran ini diharapkan menjadi sarana kebaikan yang terus mengalir, sekaligus mendukung kegiatan keislaman dan pembinaan muslimah agar semakin dekat dengan Al-Qur’an.

Pada sesi kajian, Ustadzah Umi Ayyun menyampaikan bahwa proses bertumbuh tidak selalu mudah. Menurutnya, tantangan dalam bertumbuh sering kali hadir dari rutinitas harian, lingkungan sekitar, serta tuntutan dunia kampus maupun dunia kerja. Karena itu, setiap muslimah perlu memiliki kesadaran diri untuk terus memperbaiki kualitas pribadi tanpa harus membandingkan perjalanan hidupnya dengan orang lain.
Beliau juga menekankan pentingnya rasa syukur sebagai fondasi utama dalam proses berkembang. Rasa syukur, menurutnya, bukan hanya ucapan, tetapi sikap hidup yang membuat seseorang mampu menghargai hal-hal sederhana. Dari rasa syukur itulah tumbuh keberanian untuk memperbaiki diri, rasa percaya diri dalam menghadapi tantangan akademik dan profesional, serta kemampuan untuk melihat hidup dengan lebih positif.
“Perubahan besar selalu berawal dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten,” menjadi salah satu pesan penting dalam kajian tersebut. Para peserta diajak untuk membangun kebiasaan positif seperti disiplin, istikamah dalam kebaikan, bertanggung jawab terhadap amanah, serta terus meningkatkan kapasitas diri.
Bertumbuh, dalam pesan kajian tersebut, berarti menjadi pribadi yang lebih baik dari hari sebelumnya. Bertumbuh juga berarti meningkatkan kapasitas dan kualitas diri, menguatkan karakter, mengembangkan keterampilan, serta memperluas wawasan agar mampu memberikan manfaat lebih besar bagi lingkungan sekitar.
Ketua panitia menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dengan baik. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia, pemateri, peserta, serta semua pihak yang telah mendukung jalannya kegiatan.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian Rihlah dan Mabit Keputrian dapat berjalan dengan baik. Semoga setiap ilmu, kebersamaan, dan pengalaman yang didapat selama dua hari ini menjadi bekal untuk terus bertumbuh, menguatkan ukhuwah, serta menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar,” ungkapnya.
Salah satu peserta mengaku sangat terkesan dengan kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya seru, tetapi juga penuh makna. Peserta tidak hanya mendapatkan ilmu dari kajian, tetapi juga belajar tentang kepedulian terhadap lingkungan, mempererat ukhuwah dengan teman-teman baru, serta menikmati suasana alam yang membuat hati lebih tenang.
Melalui kegiatan ini, Mitra Dai Nusantara berharap wakaf Al-Qur’an yang disalurkan dapat menjadi cahaya kebaikan dan sumber keberkahan. Program ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Mitra Dai Nusantara dalam mendukung pembinaan generasi muslimah yang Qur’ani, berkarakter, dan siap menebar manfaat bagi umat.






