Berita

Ustadz Ahmad Uju, Kader Dai Pelosok Negeri Nyalakan Cahaya Dakwah Merintis Pesantren di Hutan Taman Nasional Komodo

Surabaya, 05 November 2025 – Jika mendengar nama Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, sebagian besar orang akan langsung membayangkan keindahan Labuan Bajo yang mempesona. Pelabuhan Bajo kerap menjadi pintu gerbang menuju Taman Nasional Komodo, rumah bagi reptil purba yang telah menjadi ikon wisata dunia. Laut biru yang membentang luas, perbukitan savana keemasan, serta gugusan pulau kecil menambah daya tarik wisatawan dari berbagai penjuru dunia.

Di sisi lain, Mitra Dai Nusantara (MDN) terus berkomitmen mendukung dakwah kader dai di pelosok negeri melalui Program Beasiswa Kader Dai Nusantara, hasil kolaborasi dan dukungan para donatur.

Namun di balik pesona Labuan Bajo yang mendunia, ada kisah pengabdian seorang dai muda yang memilih jalan sunyi di tengah keindahan alam tersebut. Dialah Ustaz Ahmad Uju, lulusan STAI Luqman Al Hakim Surabaya tahun 2013, sekaligus salah satu kader Program Beasiswa Kader Dai Nusantara (MDN). Beberapa tahun lalu, beliau ditugaskan berdakwah di wilayah yang jauh dari hiruk pikuk wisata, tepatnya di Dusun Mburak, Desa Macang Tanggar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.

Tujuannya ke Labuan Bajo bukan untuk berwisata, melainkan untuk membawa misi dakwah dan pendidikan Islam ke daerah yang masih sangat terbatas dalam akses keagamaan. Saat pertama kali tiba, Ustaz Ahmad Uju mengaku sempat terpesona oleh keindahan alam Labuan Bajo. Namun kekaguman itu berubah menjadi keheranan sekaligus tantangan ketika ia menginjakkan kaki di lokasi tugasnya yang masih berupa hutan lebat, sunyi, dan jauh dari keramaian.

Lokasi dakwahnya sebenarnya tidak terlalu jauh dari Bandara Komodo, hanya sekitar 14 kilometer, tetapi perjalanan menuju ke sana bisa memakan waktu hingga dua jam. Medan yang dilalui sangat berat: jalan berbatu, berlumpur saat musim hujan, dan beberapa titik bahkan tidak bisa dilalui kendaraan biasa. Meski begitu, semua kesulitan itu tak menyurutkan semangat Ustaz Ahmad Uju untuk melangkah dan menebar cahaya dakwah.

Di dusun terpencil itulah beliau mulai merintis Pondok Pesantren Hidayatullah. Sebuah bangunan kecil berdiri sederhana di tengah hutan, berdinding bambu dan beratap terpal. Di tempat inilah Ustaz Ahmad Uju tinggal, beribadah, sekaligus mengajar anak-anak warga setempat membaca Al-Qur’an. “Bangunan ini masih sangat sederhana, tapi Alhamdulillah, di sinilah kami bisa berteduh saat hujan dan berlindung dari teriknya matahari,” ujarnya sambil tersenyum.

Meski fasilitas jauh dari kata layak, semangat beliau untuk berdakwah tak pernah pudar. Ustaz Ahmad Uju merasa prihatin melihat minimnya pemahaman keagamaan masyarakat. Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) belum ada, anak-anak belum bisa membaca huruf hijaiyah, bahkan sebagian warga belum terbiasa menunaikan ibadah secara rutin. Melihat kondisi tersebut, beliau pun berinisiatif bersilaturahmi dari rumah ke rumah, memperkenalkan diri, dan menyampaikan niatnya untuk mendirikan TPQ sebagai langkah awal pendidikan Islam di dusun tersebut.

“Dakwah di Manggarai Barat ini adalah amanah yang memerlukan kesabaran, ketekunan, dan keikhlasan. Medannya sulit, fasilitas terbatas, dan risiko banjir sering mengancam. Tapi semua itu tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti berdakwah,” tutur beliau dengan penuh keyakinan.

Perjuangan Ustaz Ahmad Uju tidak berjalan sendiri. Sambutan hangat masyarakat setempat menjadi penyemangat tersendiri. Dukungan para dermawan dan antusiasme anak-anak dalam belajar Al-Qur’an menambah kekuatan untuk terus melangkah. “Saya yakin, kelak di tempat ini akan berdiri pesantren dan masjid yang menjadi pusat pendidikan serta pembinaan umat,” harapnya.

Kini, di tengah sunyinya hutan Taman Nasional Komodo, di antara deru angin dan suara alam, perlahan terdengar lantunan ayat suci Al-Qur’an dari mulut-mulut kecil para santri. Bukti nyata bahwa di balik keindahan wisata dunia, ada perjuangan seorang kader dai pelosok negeri yang menyalakan cahaya dakwah dengan penuh cinta, ketulusan, dan pengorbanan.

Mari kita dukung program Mitra Dai Nusantara

Silahkan berdonasi langsung ke BNI : 611 1442 022, Muamalat: 702 0040 540
A.n. Mitra Dai Nusantara

Bagikan tulisan ini!

Ajak keluarga, saudara, dan kawan untuk mendapatkan inspirasi

Tinggalkan komentar