Berita

Semarak Dakwah di Serambi Mekkah Bersama Kader Dai Pelosok Negeri

Laporan dakwah santri program Beasiswa Kader Dai Pelosok Negeri binaan MDN (Mitra Dai Nusantara) saat laksanakan  Safari Ramadhan 1445 H di Aceh Tenggara.  (22/03/2024).

Alhamdulillah setelah berjalan hampir dua pekan, beberapa laporan kegiatan santri Kader Dai Pelosok Negeri yang sedang melaksanakan program Safari Ramadhan 1445 H akhirnya bisa diterima oleh team media MDN. Salah satu laporan kegiatan Safari Ramadhan 1455 H datang dari Musa Muhammad, santri Kader Dai Pelosok Negeri yang ber-Safari Ramadhan di Desa Perapat Batu Nunggul, Kec, Lawe Alas, Kab Aceh Tenggara.

Sebagaimana namanya yaitu Safari Ramadhan Multimanfaat, kehadiran Musa di kampung halamannya sangat terasa manfaatnya bagi masyarakat Desa Perapat Batu Nunggul. Bagaimana tidak, begitu sang santri Kader Dai Pelosok Negeri tersebut menginjakan kaki di tanah kelahirannya berbagai jadwal kegiatan dakwah sudah menyambutnya. Mulai dari jadwal khotib Jum’at, jadwal ceramah dan imam terawih, jadwal ngajar santri dan jadwal ngajar ibu ibu.  Bahkan “jadwal” tidur di masjid dan membangunkan sahur juga sudah masuk dalam list program selama Safari Ramadhan Multimanfaat berlangsung.

Menjadi sebuah kebiasaan di Desa Perapat Batu Nunggul bahwa setiap bulan Ramadhan tiba, anak anak warga yang sedang belajar di pondok pesantren akan pulang kampung untuk menghidupkan kegiatan dakwah. Hal ini bak gayung bersambut dengan program Safari Ramadhan santri Kader Dai Pelosok Negeri. Dimana seluruh santri Kader Dai Pelosok Negeri akan ditugaskan berdakwah di pondok pesantren atau pusat pusat kegiatan dakwah disekitar kampung halamannya.

Musa saat mengisi kajian ibu-ibu ba’da subuh

Musa yang ditugaskan berdakwah di kampungnya, juga menjadi bagian dari anak anak Desa Perapat Batu Nunggul yang pulang untuk memeriahkan kegiatan dakwah saat Ramadhan. Anak ke 4 dari 5 bersaudara tersebut bahkan menjadi penggerak anak anak muda khsuusnya para santri yang aktif diberbagai kegiatan keagamaan.

Di masjid Al Ikhlas yang merupakan masjid jami’ Desa Perapat Batu Nunggul itulah kegiatan dakwah santri Kader Dai Pelosok Negeri tersebut sebagian besar dilaksanakan. Baik itu menjadi imam, penceramah, tadarus Al Qur’an dan ngajar ngaji para jama’ahnya.  Terkhusus untuk jadwal ngaji bersama jama’ah ibu ibu dilaksanakan tiap bada’ sholat Subuh. Adapun tadarus Al Qur’an dilaksankan seperti pada umumnya yaitu setelah sholat Terawih sampai jam 24.00 WIB.

Setiap ba’da sholat Magrib sampai menjelang Isya, putra alm bapak Zaini tersebut mengisi waktunya dengan mengajar di TPA Al Muhlisin. Walaupun santrinya tidak terlalu banyak tetapi kegiatan pembelajaran di TPA tersebut sangat aktif. Selain mengajari Al Qur’an, Musa juga menyelinginya dengan cerita saat dia menuntut ilmu di Surabaya. Tidak lupa juga dia memberikan suntikan motivasi kepada para santri untuk terus semangat dalam belajar. Harapannya para santri memiliki semangat untuk mengaji dan semakin optimis menatap masa depan.

Selain menjadi imam sebagaimana yang telah dijadwalkan, Musa juga sering diminta menggantikan beberapa ust yang berhalangan hadir. Hal tersebut tentunya menjadi kehormatan tersendiri yang diberikan masyarakat kepada Musa. Mereka sangat yakin kalau Musa mempunyai kemampuan untuk menggantikan para ust yang berhalangan tersebut. hal ini tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi Musa yang masih berstatus sebagai santri.

Masyarakat Desa Perapat Batu Nunggul sangat merasakan manfaat dari kehadiran Musa saat Ramadhan 1445 H ini. Secara khusus Pak Khalimin, ketua takmir Masjid Al Ikhlas menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Musa yang telah membantu mengisi berbagai kegaitan dakwah dan ikut memeriahkan acara selama Ramadhan ini.  Pria asli Aceh tersebut juga mendoakan semoga para santri Kader Dai Pelosok Negeri yang sedang melaksanakan program Safari Ramadahan  1445 H di seluruh penjuru Negeri diberikan kelancaran, kesehatan dan kesuksesan.

Terimakasih kami sampaikan kepada Musa yang telah membantu mengisi dan memeriahkan kegiatan dakwah di kampung ini, terkhusus di masjid ini. kami doakan semoga para santri lainnya yang bertugas di seluruh pelosok negeri diberikan kelancaran, kesehatan dan kesuksesan

Selain menyemarakkan kegiatan dakwah di Desa Perapat Batu Nunggul, Musa juga terlibat menjadi pengajar di SD dan SMP IT Azzahra yang berada di jalan raya Kutacane-Blangkejeren KM 45. Di sekolah tersebut Musa didaulat untuk mengajar mata pelajaran Tahsin dan Fiqih Ibadah. Keterlibatanya mengajar di sekolah tersebut juga sangat disambut baik oleh para guru lainnya. Bahkan para siswa juga terlihat antusias saat kedatangan guru tamu yang notabene masih berstatus sebagai mahasiswa tersebut.

(Sang Pejuang)

Mari kita dukung program Mitra Dai Nusantara

Silahkan berdonasi langsung ke BNI : 611 1442 022, Muamalat: 702 0040 540
A.n. Mitra Dai Nusantara

Bagikan tulisan ini!

Ajak keluarga, saudara, dan kawan untuk mendapatkan inspirasi

Tinggalkan komentar