Surabaya, 20 Januari 2025 — Mitra Dai Nusantara (MDN) kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak kader dai yang siap terjun dan berkhidmat di tengah masyarakat melalui program Penugasan Departemen Kader Dai Pelosok Negeri Mahasiswa STAIL Semester VI. Kegiatan penugasan ini berlangsung di Masjid Darul Arqom Indonesia, Surabaya, dalam suasana yang khidmat, penuh harap, sekaligus menegangkan bagi para kader yang akan menerima amanah dakwah.
Sejak siang hari, masjid dipenuhi oleh para kader dai, pengasuh, serta jajaran pengurus Mitra Dai Nusantara. Suasana terasa sakral sekaligus hangat, mencerminkan semangat pengabdian yang menjadi ruh gerakan dakwah MDN. Pada momen ini, para kader dai menerima amanah penugasan ke berbagai departemen strategis, di antaranya TPA, Yayasan Mitra Dai Nusantara, Roumah Wakaf, Supermarket Pondok, Lembaga Pemeriksa Halal Hidayatullah, Roumah Cavendish, serta DPW Jawa Timur.

Acara diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh salah satu kader dai, Warman. Suaranya yang syahdu menggetarkan suasana dan menghadirkan nuansa spiritual yang mendalam. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan dua sambutan utama, yakni dari Kepala Pengasuh Kader Dai, Ustadz Alim Puspianto, M.Kom I, dan Ustadz Faishal, M.Pd.
Dalam sambutannya, Ustadz Alim Puspianto menyampaikan bahwa sebanyak 15 kader dai akan ditugaskan dan disebar di wilayah Kota Surabaya untuk menjalankan misi dakwah. Ia menekankan bahwa penugasan ini bukan sekadar kewajiban semata, melainkan bagian integral dari proses pengkaderan yang ada di STAIL.
“Pengkaderan terbaik adalah penugasan. Ini bukan sekadar tugas, tetapi kebutuhan bagi kalian untuk menempa diri dalam rangka mengasah keterampilan, dan memperkaya pengalaman di lapangan,” ujar beliau.
Lebih lanjut Ustadz Alim menambahkan bahwa pelaksanaan penugasan departemen kali ini merupakan langkah nyata dari STAIL Surabaya untuk kembali ke pola pengkaderan yang telah menjadi khittah sejak awal berdirinya institusi. Beliau juga menekankan pentingnya penguasaan keterampilan kultural bagi seorang kader dai pelosok negeri yaitu diaspek filantropi dan pengajaran TPA. Begitu juga dengan skill lainnya seperti pengelolaan supermarket, pertanian dan pemasaran, serta administrasi. Semua ketrampilan tersebut akan sangat bermanfaat dan mendukung tugas kader dai ketika terjun di masyarakat kelak.

Sambutan kedua disampaikan oleh Ustadz Faishal, yang menceritakan pengalaman dakwahnya saat KKN di kawasan Bromo bersama tim Kader Dai. Ia mengenang bagaimana kehadiran mereka diterima dengan penuh haru oleh masyarakat setempat.
“Setelah selesai KKN, kami ditangisi oleh masyarakat karena mereka merasa sangat terbantu dengan kehadiran kami dalam mengajarkan Al-Qur’an di masjid dan TPA. Bahkan saat wisuda penugasan, masyarakat datang membawa satu bus dan satu truk hasil panen untuk dibagikan kepada ustadz-ustadz di pondok,” kisahnya.
Ia menegaskan bahwa pengalaman tersebut mencerminkan kiprah nyata kader dai di tengah masyarakat. Menurutnya, kader dai harus siap mengajar, mengelola program, hingga mencari dana jika diperlukan. Semua itu, lanjutnya, merupakan bekal berharga sebelum nantinya ditugaskan ke seluruh pelosok Nusantara.

Setelah sesi sambutan, acara memasuki momen inti, yakni pembacaan Surat Keputusan (SK) penugasan kader dai yang dibacakan oleh Ustadz Dien Haq Abdillah. Satu per satu nama dipanggil untuk maju ke depan dan menerima amanah penugasan. pada kesempatan tersebut juga langsung di damping oleh masing masing penanggung jawab dari tempat tugas departemennya.
Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ustadz Wahid Abdurrahman. Dengan penuh kekhusyukan, beliau memohon kepada Allah SWT agar penugasan ini diberkahi, para kader diberikan keikhlasan, kekuatan, dan kebijaksanaan dalam menjalankan amanah dakwah.
Melalui penugasan ini, Mitra Dai Nusantara kembali menunjukkan perannya sebagai lembaga yang serius membina, menempa, dan menyiapkan generasi dai yang tidak hanya berilmu, tetapi juga matang secara spiritual, sosial, dan profesional dalam mengemban misi dakwah di seluruh Indonesia.






