Berita

Kader Dai Pelosok Negeri Laksanakan Tugas Dakwah di Masjid As-Sohabah, Dusun Ketanen, Margomulyo, Muntilan

Magetan, 30 Desember 2025 — Semangat pengabdian dan dakwah terus ditunjukkan oleh Kader Dai Pelosok Negeri binaan Mitra Dai Nusantara (MDN) dalam menjalankan amanah dakwah di tengah masyarakat. Salah satu kegiatan dakwah tersebut dilaksanakan di Masjid As-Sohabah, Dusun Ketanen, Desa Margomulyo, Muntilan. Kehadiran para kader dai di wilayah pedesaan ini disambut dengan penuh antusias oleh masyarakat dan menjadi angin segar dalam penguatan nilai-nilai keislaman, khususnya pembelajaran Al-Qur’an.Pada kegiatan dakwah kali ini, dua kader dai binaan Mitra Dai Nusantara dari Program Beasiswa Kader Dai Pelosok Negeri yang ditugaskan adalah Ustaz Bagus dan Ustaz Haidar. Sejak pertama kali tiba di Dusun Ketanen, keduanya merasakan sambutan hangat dan penuh kekeluargaan dari warga setempat. Antusiasme masyarakat mencerminkan kerinduan mereka terhadap kehadiran dai yang tidak hanya menyampaikan ilmu, tetapi juga membersamai kehidupan keagamaan warga.Ustaz Bagus mengungkapkan bahwa respon masyarakat sangat luar biasa sejak awal kedatangan. Menurutnya, pendekatan dakwah yang dilakukan tidak hanya fokus pada pengajaran, tetapi juga membangun kedekatan emosional dengan masyarakat. “Saat pertama sampai, kami berusaha membaur dengan warga. Sebelum memulai kegiatan mengaji, kami makan bersama dan melaksanakan sholat Ashar berjamaah. Dari situ terjalin kebersamaan dan keakraban,” tutur Ustaz Bagus.Kegiatan utama dakwah di Masjid As-Sohabah adalah pembelajaran membaca Al-Qur’an dan ngaji bersama. Jamaah yang hadir didominasi oleh bapak-bapak dan ibu-ibu lanjut usia. Meskipun sebagian besar jamaah telah berusia senja, semangat mereka untuk belajar Al-Qur’an sangat tinggi. Dengan penuh kesabaran dan ketelatenan, para kader dai membimbing satu per satu jamaah, mulai dari pengenalan huruf hijaiyah hingga memperbaiki makhraj dan tajwid bacaan.Suasana masjid tampak hidup dan penuh kekhidmatan. Masjid As-Sohabah yang sederhana dipenuhi jamaah hingga hampir seluruh shaf terisi. Antusiasme masyarakat terlihat jelas dari kesungguhan mereka mengikuti setiap sesi ngaji, meskipun harus mengeja perlahan dan mengulang bacaan berkali-kali. Hal ini menunjukkan besarnya semangat belajar agama di tengah keterbatasan fasilitas dan usia.Pada sesi terakhir kegiatan, Ustaz Haidar diminta oleh jamaah untuk menyampaikan tausiyah. Dalam ceramah singkatnya, ia menekankan pentingnya istiqamah dalam belajar agama, khususnya membaca Al-Qur’an, tanpa memandang usia. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus memakmurkan masjid sebagai pusat ibadah, pembinaan umat, dan penguatan ukhuwah Islamiyah.“Belajar Al-Qur’an tidak mengenal kata terlambat. Selama masih diberi kesempatan hidup, mari kita terus mendekatkan diri kepada Allah dengan membaca dan mengamalkan Al-Qur’an,” pesan Ustaz Haidar dalam tausiyahnya.Ketua Mitra Dai Nusantara (Abdul Hanafi, M.I.Kom) menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan tugas dakwah Kader Dai Pelosok Negeri. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen MDN dalam menyiapkan dan menugaskan dai yang siap terjun langsung ke masyarakat pelosok untuk menjawab kebutuhan spiritual umat.Kegiatan dakwah ini menjadi bukti nyata bahwa Program Kader Dai Pelosok Negeri mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat. Kehadiran dai tidak hanya membawa ilmu keislaman, tetapi juga menghadirkan harapan, semangat, serta kebersamaan. Masyarakat Dusun Ketanen pun berharap kegiatan dakwah seperti ini dapat terus berlanjut dan dilaksanakan secara rutin di masa mendatang.

Mari kita dukung program Mitra Dai Nusantara

Silahkan berdonasi langsung ke BNI : 611 1442 022, Muamalat: 702 0040 540
A.n. Mitra Dai Nusantara

Bagikan tulisan ini!

Ajak keluarga, saudara, dan kawan untuk mendapatkan inspirasi

Tinggalkan komentar