Surabaya, 29 Juni 2026 — Yayasan Mitra Dai Nusantara kembali menunjukkan komitmennya dalam menguatkan kepedulian sosial melalui penyaluran zakat maal dari para muzaki kepada saudara mualaf yang membutuhkan. Program ini menjadi bagian dari ikhtiar lembaga dalam menunaikan amanah donatur sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya mereka yang sedang berjuang mempertahankan kehidupan dan keimanan di tengah berbagai keterbatasan.
Penyaluran zakat maal kali ini menyasar dua penerima manfaat, yaitu Bu Restu dan Mbak Luki. Keduanya merupakan mualaf yang tinggal di Surabaya dengan latar kehidupan yang penuh perjuangan. Melalui bantuan tersebut, Yayasan Mitra Dai Nusantara berharap dapat meringankan beban kebutuhan harian sekaligus memberikan dukungan moral agar para mualaf tetap kuat menjalani kehidupan.

Bu Restu, seorang mualaf kelahiran 2 Juli 1986, merupakan ibu dari tiga anak. Anak pertamanya, Raihan, saat ini menempuh pendidikan Sekolah Menengah Atas kelas 1 di Jawa Tengah dan tinggal bersama mantan suaminya. Sementara dua anak lainnya, Aralin yang duduk di kelas 3 sekolah dasar dan Naeswari yang masih bersekolah di TK besar, tinggal bersama Bu Restu di Surabaya.
Sebagai seorang ibu tunggal, Bu Restu menjalani peran ganda dalam keluarganya. Ia tidak hanya mengurus dan mendampingi anak-anaknya, tetapi juga menjadi tulang punggung keluarga. Setiap hari, ia mengantar dan menjemput anak bungsunya ke sekolah. Setelah itu, ia mulai berjualan sejak siang hingga malam hari.
Untuk memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anaknya, Bu Restu berjualan nasi pecel dan nasi geprek. Usaha kecil tersebut menjadi sumber penghasilan utama bagi keluarga kecilnya. Di tengah keterbatasan, ia terus berusaha bertahan dan tidak menyerah demi masa depan anak-anaknya.
“Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Semoga para muzaki dan Yayasan Mitra Dai Nusantara diberi keberkahan dan balasan yang terbaik oleh Allah,” ungkapnya dengan penuh syukur.
Selain Bu Restu, bantuan zakat maal juga disalurkan kepada Mbak Luki, seorang mualaf kelahiran 2 Februari 1975 asal Probolinggo. Saat ini, Mbak Luki tinggal di Surabaya dengan kondisi yang cukup memprihatinkan. Ia tidak memiliki tempat tinggal tetap dan belum memiliki pekerjaan yang layak.

Dalam kesehariannya, Mbak Luki harus berpindah dari satu masjid ke masjid lain untuk beristirahat dan sekadar mendapatkan makanan. Untuk menyambung hidup, ia memungut barang-barang bekas dan sampah plastik yang kemudian dikumpulkan lalu dijual. Dari usaha sederhana itulah ia berupaya memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Meski hidup dalam keterbatasan, Mbak Luki tetap berusaha memberi manfaat bagi lingkungan sekitar. Ia dikenal aktif membantu berbagai kegiatan sosial dan keagamaan, terutama kegiatan yang dilaksanakan di masjid, seperti acara kajian, kegiatan hari besar Islam, hingga kegiatan qurban. Semangatnya untuk membantu sesama menjadi bukti bahwa keterbatasan tidak menghalanginya untuk tetap berbuat baik.
Saat ini, Mbak Luki hidup seorang diri di Surabaya. Hubungan komunikasi dengan keluarga dan kerabatnya di Probolinggo maupun keluarga yang berada di Surabaya sudah terputus. Ia juga belum pernah menikah, sehingga harus menghadapi kehidupan dengan penuh kemandirian.
Yayasan Mitra Dai Nusantara menilai bahwa perhatian kepada mualaf merupakan bagian penting dari tanggung jawab sosial dan keagamaan. Para mualaf tidak hanya membutuhkan dukungan secara materi, tetapi juga perhatian, pendampingan, dan penguatan agar mereka dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik.
Melalui penyaluran zakat maal ini, Yayasan Mitra Dai Nusantara berupaya memastikan bahwa amanah para muzaki tersampaikan kepada penerima yang tepat. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan dasar penerima manfaat serta menjadi penguat semangat dalam menjalani kehidupan.
Ketua Yayasan Mitra Dai Nusantara Abdul Hanafi, M.I.Kom. juga menyampaikan terima kasih kepada para muzaki dan donatur yang telah mempercayakan zakat maalnya untuk disalurkan melalui lembaga. Kepercayaan tersebut menjadi dorongan bagi yayasan untuk terus meningkatkan pelayanan, transparansi, dan kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan. Selain itu kegiatan penyaluran kepada mualaf atas kerjasama serta kolaborasi Yayasan Mitra Dai Nusantara bersama MLC (MUALAF LEARNING CENTER SURABAYA) dalam mendampingi serta membina para mualaf yang ada di Kota Surabaya khususnya. kolaborasi ini dilakukan melalui pendampingan keagamaan, penguatan aqidah, pembelajaran ibadah, hingga pemberian dukungan sosial agar para mualaf dapat menjalini hidup barunya dengan lebih baik dan penuh keyakinan di jalan Allah Swt.
“Semoga zakat maal yang disalurkan ini menjadi amal jariyah bagi para muzaki, membawa keberkahan bagi penerima manfaat, dan menjadi jalan kebaikan yang terus mengalir,” demikian harapan Yayasan Mitra Dai Nusantara.
Dengan adanya program ini, Mitra Dai Nusantara berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk peduli kepada sesama, khususnya kepada mualaf, fakir miskin, dan kelompok rentan lainnya. Sebab, zakat bukan hanya kewajiban ibadah, tetapi juga sarana membangun kepedulian sosial dan menguatkan persaudaraan umat.
MDN/ KIKI HAMDANI






