Surabaya, 28 November 2025, Suasana Jumat pagi di Masjid Aisah, Surabaya Selatan, tampak lebih hidup dan penuh keberkahan saat ratusan muslimah berkumpul untuk menghadiri Kajian Muslimah Bersama Bunda Aisah, kegiatan kolaboratif antara Masjid Aisah dan Mitra Dai Nusantara (MDN). Tepat pukul 09.00 WIB, para jamaah mulai berdatangan dari berbagai kecamatan di Surabaya Timur, mengenakan busana muslimah yang rapi dan seragam dengan nuansa yang hampir serupa, menambah keindahan dan kekompakan suasana majelis ilmu tersebut.
Kegiatan ini mengangkat tema “Menjadi Muslimah yang Selalu Bersyukur dan Tangguh”, sebuah tema yang dipilih untuk meneguhkan hati para muslimah agar tetap kuat, sabar, dan penuh syukur dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Tercatat sekitar 130 jamaah ibu-ibu hadir dalam kajian tersebut, menunjukkan antusiasme tinggi masyarakat dalam mencari ilmu dan memperkuat ruhaniyah.

Kedatangan Bunda Aisah ke Surabaya, sosok yang dikenal luas karena kelembutan dan kedermawanannya, disambut hangat oleh para jamaah. Beliau menjadi narasumber utama dalam kajian ini, dan momen tersebut menjadi semakin istimewa karena bertepatan dengan ulang tahun Bunda Aisah yang ke-67. Dalam suasana penuh haru, beliau menyampaikan rasa syukur atas nikmat umur panjang yang dianugerahkan Allah SWT, serta tekadnya untuk terus berbuat kebaikan di jalan Allah.
Dalam tausiyahnya, Bunda Aisah menyampaikan materi yang sangat menyentuh hati, memberikan motivasi kepada para ibu untuk lebih mendekat kepada Allah melalui rasa syukur.
“Kita harus senantiasa bersyukur atas nikmat yang Allah berikan, termasuk harta yang hanya dititipkan kepada kita. Jangan lupa untuk terus membaca Al-Qur’an dan melaksanakan sunnah-sunnah Rasulullah yang telah diajarkan,” ujarnya.

Dengan suara tenang namun penuh ketegasan, beliau menambahkan, “Jika kita bersyukur, insya Allah Allah akan menambah nikmat itu berkali-kali lipat”.
Kajian ini tidak hanya diisi dengan penyampaian materi, tetapi juga rangkaian amalan Jumat penuh keberkahan. Para jamaah bersama-sama membaca Surah Yasin, membaca sholawat, serta berdoa bersama, termasuk doa khusus untuk cucu Bunda Aisah yang sedang sakit. Suasana haru dan khidmat sangat terasa ketika seluruh jamaah mengangkat tangan memohon kesembuhan dan perlindungan dari Allah SWT.

Sebagai wujud nyata syiar kebaikan, pada kesempatan ini Bunda Aisah bersama Mitra Dai Nusantara juga membagikan paket sembako untuk para guru ngaji, sebuah bentuk kepedulian terhadap para pejuang Al-Qur’an yang telah berkontribusi besar dalam pendidikan agama di masyarakat. Selain itu, ratusan nasi kotak dibagikan kepada seluruh jamaah sebagai bentuk sedekah Jumat, menambah keberkahan acara dan menggembirakan hati yang hadir.
Pada sesi penutupan, Bunda Aisah memberikan kesempatan kepada tim Mitra Dai Nusantara untuk memperkenalkan program-program dakwah dan sosial yang sedang dilaksanakan. Ustadz Hanafi dan Ustadz Busron membagikan Majalah Hidayatullah kepada seluruh jamaah dan juga menyebarkan brosur program MDN sebagai bagian dari syiar dan edukasi umat. Para jamaah tampak antusias menerima materi tersebut, sebagai media untuk menambah wawasan dan mengenal lebih dekat lembaga yang konsisten membantu para dai di pelosok negeri.

Dalam kesempatan yang sama, Mitra Dai Nusantara diberikan waktu untuk memaparkan Program Beasiswa Kader Dai Pelosok Negeri, sebuah program strategis yang dirancang untuk menyiapkan dai-dai tangguh yang akan berdakwah di wilayah-wilayah terluar Nusantara. Penjelasan ini mendapat perhatian para jamaah yang tampak terinspirasi dan mendukung gerakan dakwah tersebut.
Bunda Aisah, dalam momentum itu, menyampaikan dukungan penuh terhadap program-program Mitra Dai Nusantara. Beliau mengapresiasi dedikasi MDN dalam menyiapkan generasi dai yang siap mengabdi untuk umat.

Dengan penuh kebanggaan, Bunda Aisah mencontohkan salah satu dai tangguh Ustaz Sulaiman, lulusan Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman Al Hakim Surabaya yang baru-baru ini tampil bersamanya di TV One sebagai representasi dai muda yang siap ditempa dan ditugaskan ke berbagai penjuru negeri. Contoh nyata ini membuat para jamaah semakin memahami pentingnya dukungan terhadap pembinaan dai pelosok negeri.
Kajian ditutup dengan penuh kehangatan dan rasa syukur. Para peserta pulang dengan hati yang lapang, mendapatkan tambahan ilmu, ketenangan, dan semangat baru untuk menjadi muslimah yang lebih bersyukur dan tangguh. Melalui kegiatan ini, Masjid Aisah bersama Mitra Dai Nusantara kembali membuktikan bahwa dakwah tidak hanya lewat kata-kata, tetapi juga melalui aksi nyata dan ketulusan dalam berbagi manfaat kepada sesama.






