Mojokerto, 23 April 2026 — Semangat menghidupkan sunnah Nabi Muhammad ﷺ tampak nyata dalam kegiatan latihan memanah yang digelar oleh pengurus Mitra Dai Nusantara (MDN) bersama para kader dai pelosok negeri di Kampus Pengkaderan Siloliman, Mojokerto. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan fisik sekaligus spiritual bagi para kader dai yang tengah menempuh proses pendidikan dan penguatan karakter.
Latihan memanah tersebut dipimpin langsung oleh Ustadz Ghozy, salah satu mahasiswa kader dai yang saat ini mendapatkan amanah penugasan di Kampus Siloliman. Dengan penuh semangat dan ketelatenan, ia membimbing para peserta dalam memahami teknik dasar memanah, mulai dari cara memegang busur, memasang anak panah, hingga teknik membidik sasaran dengan tepat.
Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak tujuh orang pengurus Mitra Dai Nusantara dan sebelas kader dai pelosok negeri. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan begitu terasa sejak awal kegiatan dimulai. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap arahan, bahkan tidak sedikit yang baru pertama kali mencoba olahraga sunnah tersebut.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Ustadz Aslam selaku pengasuh kader dai, yang tidak hanya menyaksikan jalannya latihan, namun juga ikut terjun langsung mencoba memanah. Kehadirannya memberikan motivasi tersendiri bagi para kader dai untuk lebih semangat dalam mengikuti kegiatan pembinaan yang diselenggarakan.
Dalam keterangannya, Ustadz Aslam menyampaikan bahwa latihan memanah bukan sekadar aktivitas olahraga, namun juga bagian dari upaya meneladani sunnah Rasulullah ﷺ. “Memanah adalah salah satu sunnah yang dianjurkan. Selain melatih ketangkasan fisik, juga membentuk fokus, kesabaran, dan ketenangan dalam diri seorang dai,” ujarnya.
Lebih lanjut, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat ukhuwah antara pengurus dan kader dai. Di sela-sela latihan, tampak interaksi hangat, canda, serta saling memberi semangat antar peserta. Hal ini dinilai penting dalam membangun kekompakan tim dakwah yang nantinya akan terjun langsung ke tengah masyarakat.
Ustadz Ghozy selaku pelatih menyampaikan harapannya agar kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara rutin. “Kami berharap latihan memanah ini tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi bisa menjadi bagian dari program pembinaan berkelanjutan bagi kader dai. Karena dai tidak hanya kuat secara ilmu, tetapi juga harus siap secara fisik,” ungkapnya.
Kampus Siloliman sendiri dikenal sebagai salah satu pusat pengkaderan dai pelosok negeri yang fokus pada pembinaan keilmuan, spiritualitas, dan kemandirian. Dengan adanya kegiatan seperti latihan memanah ini, diharapkan mampu melengkapi aspek pembinaan yang lebih holistik bagi para kader.
Melalui kegiatan ini, Mitra Dai Nusantara kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak dai yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki ketangguhan fisik dan mental. Semangat sunnah yang dihidupkan melalui latihan memanah ini diharapkan menjadi bekal berharga bagi para kader dai dalam menjalankan tugas dakwah di berbagai penjuru Nusantara.
Dengan semangat “Bersama Dai Membangun Negeri”, kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam membentuk generasi dai yang tangguh, berkarakter, dan siap mengabdikan diri untuk umat.






