Surabaya, 11 April 2026, Sebanyak 40 santri kader dai pelosok negeri penghafal Al-Qur’an telah kembali ke pesantren setelah menunaikan tugas dakwah Ramadhan di berbagai wilayah di Indonesia. Dengan semangat baru, para kader dai ini kembali melanjutkan kewajiban mereka sebagai mahasantri, yakni menuntut ilmu di bangku perkuliahan sekaligus melanjutkan hafalan Al-Qur’an.
Momentum kepulangan ini menjadi awal baru bagi para kader dai untuk kembali fokus pada pembinaan diri. Setelah sebulan penuh terjun langsung ke tengah masyarakat, mengisi ceramah, menjadi imam, serta membimbing kegiatan keislaman, kini mereka kembali ke lingkungan pesantren untuk memperkuat kapasitas keilmuan dan ruhiyah.

Perjalanan dakwah Ramadhan yang mereka jalani tentu bukanlah hal yang ringan. Para kader dai harus beradaptasi dengan kondisi masyarakat yang beragam, menghadapi keterbatasan fasilitas di daerah pelosok, hingga tetap menjaga konsistensi ibadah di tengah kesibukan aktivitas dakwah. Namun, semua itu dijalani dengan penuh keikhlasan dan semangat pengabdian.
Di balik perjuangan tersebut, terdapat dukungan besar dari para donatur dan masyarakat yang senantiasa membersamai langkah para kader dai. Bantuan yang diberikan tidak hanya menjadi penyokong secara materi, tetapi juga menjadi penyemangat moral bagi para dai untuk terus berkontribusi dalam menyebarkan nilai-nilai Islam ke seluruh penjuru negeri.
Kepala Kepengasuhan, Ust Alim Puspianto, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam kepada seluruh kader dai. Ia menilai bahwa semangat dan keistiqomahan para santri dalam menjalankan tugas dakwah sekaligus menjaga hafalan Al-Qur’an merupakan hal yang patut dibanggakan.“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas dedikasi para kader dai yang tidak kenal lelah dalam berjuang di jalan dakwah. Semoga semangat ini terus terjaga, karena menghafal Al-Qur’an adalah bekal utama ketika mereka terjun di tengah masyarakat,” ujarnya.
Salah satu kader dai, Ali Hamdan, turut mengungkapkan rasa terima kasih kepada para donatur yang telah mendukung program beasiswa kader dai. Ia menyadari bahwa perjalanan mereka dalam berdakwah dan menuntut ilmu tidak lepas dari peran besar para dermawan.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para donatur yang telah mendukung kami melalui program beasiswa kader dai bersama Mitra Dai Nusantara. Semoga setiap harta yang dikeluarkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya,” tuturnya penuh harap.

Sementara itu, Ketua Mitra Dai Nusantara, Abdul Hanafi, juga menyampaikan apresiasi kepada para kader dai yang tetap istiqomah dalam menghafal Al-Qur’an di tengah kesibukan dakwah. Ia menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai yang telah ditanamkan oleh para asatidz sebagai pedoman dalam kehidupan.
“Kami sangat bangga kepada para kader dai yang terus menjaga hafalan Al-Qur’an dan mengamalkan pesan-pesan para ustadz. Ini adalah fondasi penting dalam mencetak dai yang tidak hanya berilmu, tetapi juga berakhlak dan siap mengabdi di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Kembalinya para kader dai ke pesantren bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan kelanjutan dari perjuangan panjang dalam menuntut ilmu dan menghafal Al-Qur’an. Dengan semangat yang terus menyala, mereka diharapkan mampu menjadi generasi dai yang tangguh, berilmu, dan siap membawa perubahan positif bagi umat di masa yang akan datang.






