Pertajam skill dakwah, santri Kader Dai Pelosok Negeri laksanakan praktik Khutbah Jum’at di Masjid Darul Arqom. (19/7/24)
Ada pepatah Arab yang mengatakan bahwa ilmu tanpa amal bagaikan pohon tanpa buah. Itu artinya bahwa apa yang kita ketahui, apa yang sudah kita pelajari dan apa yang kita kuasai harus kita amalkan atau praktekkan. Hal itu semata mata untuk memberikan kebermanfaatan kepada sesama. Sebagaimana pohon yang buahnya bisa memberikan banyak manfaat untuk lingkungan sekitarnya.
Begitu pula dalam dunia pondok pesantren sudah menjadi keniscayaan bagi seluruh santri untuk bisa mengamalkan ilmunya. Namun sebelum benar benar ilmu tersebut diamalkan di masyarakat biasanya di dalam pondok pesantren akan diadakan latihan atau praktek terlebih dahulu. Hal itu dimaksudkan agar para santri benar benar paham dan menguasai ilmu yang akan disampaikan kepada masyarakat nantinya.
Berangkat dari pemaparan di atas maka para pengasuh santri program Beasiswa Kader Dai Pelosok Negeri yang merupakan binaan Mitra Dai Nusantara (MDN) membuat program praktik khutbah Jum’at untuk para santri. Semua santri sudah dijadwalkan dan akan mendapatkan girilannya masing masing. Tentunya sebelum program tersebut di louncing, semua santri sudah mendapatkan pembekalan terkait dengan hukum dan tatacara khutbah Jum’at.
Program praktik khutbah Jum’at tersebut merupakan salah satu program yang wajib diikuti oleh semua santri program Kader Dai Pelosok Negeri. Hal ini dimaksudkan agar semua santri memiliki kemampuan dasar yang pasti akan dibutuhkan saat mengemban amanah dakwah kelak. Bisa dikatakan bahwa kemampuan berkhutbah ini merupakan skill yang wajib dimiliki oleh setiap santri program Kader Dai Pelosok Negeri.
Praktik khutbah Jum’at itu dilaksanakan di masjid Darul Arqam Surabaya. Adapun penyampaian khutbahnya menggunakan bahasa Indonesia. Hal ini dimaksudkan agar para santri benar benar bisa dan mahir dalam berkhutbah. Mengingat nantinya mereka akan ditugaskan ke seluruh pelosok Nusantara. Sehingga penggunaan bahasa Indonesia dalam berkhutbah menjadi sesuatu yang sangat dibutuhkan.
Diawal-awal para santri tampil maju untuk menyampaikan khutbahnya, ada beberapa dari mereka yang masih belum percaya diri. Ada yang grogi, ada yang terbata bata sampai ada juga yang sedikit “ngebleng” atau terdiam sebentar karena lupa materi. Diawal program praktik khutbah tersebut digulirkan, moment Jum’at menjadi waktu yang mendebarkan bagi santri yang mendapatkan jadwal praktik khutbah.
Tetapi tidak sedikit juga santri Kader Dai Pelosok Negeri yang sudah memiliki skill berkhutbah dengan baik. Mereka mampu menyampaikan khutbah Jum’at dengan bahasa yang bagus dan tanpa ada nervous. Karena mereka sudah terbiasa tampil berbicara di depan umum. Sehingga untuk melaksanakan praktik khutbah Jum’at tersebut hanya butuh penguatan saja.
Jaelani, salah satu santri Kader Dai Pleosok Negeri mengungkapkan bahwa dirinya sangat bersyukur bisa mendapatkan dan ikut praktik khutbah Jum’at tersebut. Karena berkat program praktik khutbah, ia bisa mempunyai pegangan materi khutbah yang benar benar dikuasainya.
“Alhamdulillah ada program praktik khutbah, sehingga punya materi khutbah yang benar benar saya kuasai. Sehingga bisa dijadikan “pegangan” saat dakwah di masyarakat kelak”.
Adapun harapannya dari program praktik khutbah Jum’at tersebut, nantinya akan dipilih beberapa santri Kader Dai pelosok Negeri yang kemampuannya sudah baik untuk ditugaskan mengisi khutbah Jum’at ke masyarakat sekitar. Sebagaimana yang disampaikan oleh Ust Robinsyah selaku kepala pengasuh program Kader Dai Pelosok Negeri.
“Ya, para santri yang kemampuan khutbahnya sudah bagus, nanti akan kami tugaskan untuk mengisi khutbah Jum’at di masjid sekitar”. Ungkapnya (Sang Pejuang)






