Berita

Menembus Sunyi Kabaena, Menebar Cahaya dari Kalam Ilahi

Kala mentari pagi masih malu-malu mengintip dari balik bukit Pulau Kabaena, deru langkah relawan dan dai muda dari Mitra Dai Nusantara (MDN) sudah lebih dulu membelah sunyi. Bukan untuk sekadar perjalanan biasa, tapi perjalanan mengusung misi suci: mengantarkan mushaf-mushaf Al-Qur’an ke tangan-tangan kecil yang penuh harap.

Perjalanan menuju Pulau Kabaena bukanlah perkara mudah. Pulau ini terletak di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, tepatnya di Dusun Desa Sangia Makmur, Kecamatan Kabaena Utara. Untuk tiba di sana, tim MDN harus melewati jalur laut dan darat yang cukup menantang. Akses terbatas, jaringan komunikasi yang sulit, serta fasilitas pendidikan dan keagamaan yang serba sederhana tak menjadi penghalang semangat.

Tanggal 27 Mei 2025, menjadi saksi bisu tibanya para pejuang wakaf di TPA dan masjid-masjid pedalaman Kabaena. TPA Al Hikmah menjadi titik utama penyaluran, dengan Bapak Abdul Hapid sebagai pengurus dan pembina yang telah lama mengabdikan diri membina anak-anak di sana. Meski dengan segala keterbatasan, beliau tetap istiqamah membimbing anak-anak untuk mengenal huruf demi huruf dalam mushaf Al-Qur’an.

“Sebelumnya anak-anak belajar dari mushaf yang sudah rusak dan tak lengkap. Bahkan sebagian hanya mengandalkan hafalan dan pinjaman dari teman. Alhamdulillah, hari ini mereka menerima mushaf baru ini seperti hadiah dari Allah,” tutur Pak Hapid dengan penuh rasa syukur.

Satu per satu mushaf Al-Qur’an dibagikan. Anak-anak tampak malu-malu namun bahagia. Ada yang langsung memeluk mushafnya, ada yang membacanya dengan suara lirih, dan ada pula yang menatapnya dalam-dalam seolah sedang bicara langsung dengan firman Allah. Di usia mereka yang masih belia, mushaf ini bukan sekadar buku, tapi pintu menuju kehidupan yang bercahaya.

Turut hadir Ketua Mitra Dai Nusantara, Ustaz Abdul Hanafi M.I.Kom, yang langsung memimpin kegiatan penyaluran. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa program ini bukan hanya berbicara tentang pengiriman fisik mushaf, melainkan misi membangun peradaban.

“Al-Qur’an bukan hanya dibaca, tapi harus hidup dalam hati dan amal. Kita ingin anak-anak ini tumbuh dengan cahaya itu,” ucap beliau penuh semangat.

Program Wakaf Al-Qur’an MDN merupakan salah satu program utama yang konsisten menyasar daerah-daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Hingga saat ini, ratusan mushaf telah disalurkan ke berbagai pelosok Indonesia, dari pesisir Nusa Tenggara hingga pedalaman Kalimantan, dari pegunungan Papua hingga kepulauan Sulawesi seperti Kabaena ini.

Yang membuat penyaluran kali ini begitu bermakna adalah suasana kekeluargaan dan spiritualitas yang begitu terasa. Para dai muda dari MDN tidak hanya menyalurkan mushaf, tetapi juga mengisi kegiatan edukatif seperti murojaah bersama, penguatan motivasi, hingga doa bersama agar Al-Qur’an benar-benar membumi di hati para penerima.Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” Maka, para donatur dan muwakif pun menjadi bagian dari rantai kebaikan yang tak akan pernah putus. Setiap huruf yang dibaca, setiap hafalan yang diulang, setiap amal yang terinspirasi dari ayat, insyaAllah akan kembali kepada mereka sebagai pahala jariyah yang abadi.

Mari Teruskan Cahaya IniMelalui program Wakaf Al-Qur’an, Mitra Dai Nusantara membuka ruang bagi siapa saja yang ingin ambil bagian dalam perjuangan menyebarkan cahaya Al-Qur’an ke penjuru negeri. Satu mushaf yang Anda wakafkan, mungkin menjadi satu-satunya mushaf yang akan dibaca seorang anak selama hidupnya.Pulau Kabaena sudah merasakan berkahnya. Selanjutnya, daerah mana lagi yang akan kita tembus bersama? Mari terus bergerak, menyalurkan cahaya, hingga tak ada lagi anak bangsa yang buta huruf Qur’ani.Suara MDN/AJ

Mari kita dukung program Mitra Dai Nusantara

Silahkan berdonasi langsung ke BNI : 611 1442 022, Muamalat: 702 0040 540
A.n. Mitra Dai Nusantara

Bagikan tulisan ini!

Ajak keluarga, saudara, dan kawan untuk mendapatkan inspirasi

Tinggalkan komentar