Surabaya 04, Maret 2026 – Dalam rangka meningkatkan pemahaman generasi muda tentang pentingnya zakat sebagai salah satu rukun Islam, Mitra Dai Nusantara MDN menggelar kegiatan edukasi zakat bagi para santri SMP Full Day Putra di lingkungan SMP Integral Luqman Al-Hakim Surabaya, yang berada di bawah naungan Pesantren Hidayatullah Surabaya. Kegiatan ini dilaksanakan pada kamis 05 Maret 2026, bertempat di aula sekolah yang berlokasi di kawasan kejawan putih tambak Vl/l, Surabaya.
Program edukasi ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan dakwah Ramadhan yang rutin dilaksanakan oleh Mitra Dai Nusantara di berbagai lembaga pendidikan Islam. Tujuannya adalah menanamkan pemahaman mendalam kepada para santri mengenai konsep zakat, mulai dari pengertian, jenis-jenis zakat, hingga praktik perhitungannya dalam kehidupan sehari-hari.
Sekolah Integral Luqman Al-Hakim sendiri dikenal sebagai lembaga pendidikan berbasis pesantren yang menekankan integrasi ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai Islam serta pembentukan karakter Qur’ani pada para santrinya.
Kegiatan ini diikuti oleh puluhan santri yang tampak antusias mengikuti setiap sesi yang disampaikan oleh para dai dari Mitra Dai Nusantara. Selain penyampaian materi, para santri juga diajak berdiskusi dan mempraktikkan langsung cara menghitung zakat.
Acara diawali dengan pembukaan oleh pihak sekolah yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan edukasi zakat di lingkungan SMP Full Day Putra. Pihak sekolah menilai kegiatan tersebut sangat relevan dengan momentum bulan suci Ramadhan yang identik dengan peningkatan ibadah dan kepedulian sosial.

Dalam sesi penyampaian materi, para santri mendapatkan penjelasan mengenai berbagai jenis zakat, seperti zakat fitrah dan zakat maal. Para dai juga menjelaskan syarat wajib zakat, nisab, serta golongan yang berhak menerima zakat.
Materi disampaikan secara interaktif agar mudah dipahami oleh para santri. Para peserta juga diberikan contoh kasus sederhana yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, seperti zakat dari penghasilan, hasil perdagangan, dan zakat pertanian.Salah satu pemateri dari Mitra Dai Nusantara, Kiki Hamdani, S.Sos menjelaskan bahwa pemahaman zakat harus ditanamkan sejak masa pendidikan.
“Santri adalah calon pemimpin umat di masa depan. Jika sejak sekarang mereka memahami konsep zakat dengan benar, maka mereka akan menjadi generasi yang peduli terhadap kesejahteraan masyarakat,” jelasnya di hadapan para peserta.

Para santri terlihat aktif mengajukan pertanyaan seputar zakat, terutama mengenai cara menghitung zakat dari uang saku, tabungan, maupun penghasilan di masa depan.Salah seorang santri peserta kegiatan mengaku sangat terbantu dengan metode pembelajaran yang diterapkan.
“Kegiatan ini sangat menarik karena kami tidak hanya mendengar materi, tetapi juga belajar langsung bagaimana cara menghitung zakat. Jadi lebih mudah dipahami,” ujar salah satu santri kelas VIII.
Perwakilan guru SMP Full Day Putra Luqman Al-Hakim Surabaya, Ustadz Indra menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat mendukung program pembinaan karakter Islami yang selama ini diterapkan di sekolah.
“Kami sangat mengapresiasi program edukasi zakat ini. Para santri mendapatkan pemahaman yang sangat penting tentang ibadah sosial yang memiliki dampak luas bagi masyarakat,” ungkap salah seorang guru pembimbing.Menjelang akhir kegiatan, panitia memberikan kesempatan kepada para santri untuk menyampaikan kesan dan pesan setelah mengikuti edukasi zakat tersebut. Banyak di antara mereka yang mengaku mendapatkan wawasan baru mengenai pentingnya zakat dalam kehidupan seorang Muslim.

Sebagai bentuk apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut, Ustadz Aziz selaku staf Mitra Dai Nusantara juga menyerahkan piagam penghargaan berupa sertifikat kepada pihak sekolah sebagai tanda kerja sama dan dukungan terhadap program dakwah edukasi zakat.Direktur Mitra Dai Nusantara, Ustadz Abdul Hanafi, M.I.Kom, menegaskan bahwa generasi muda perlu dibekali pemahaman yang kuat mengenai nilai-nilai Islam, termasuk zakat sebagai instrumen solidaritas sosial umat. “Kami berharap para santri yang mengikuti kegiatan ini dapat menjadi agen kebaikan di tengah masyarakat serta mampu mengajak orang lain untuk menunaikan zakat,” pungkas Ustadz Hanafi.






