Batu Kajang 01, Maret 2026 – Dalam rangka menghidupkan syiar Ramadhan serta menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, Kader Dai Nusantara menggelar Ceramah Subuh bertema “Kemuliaan dan Keutamaan Al-Qur’an di Bulan Ramadhan. ”di Masjid Al-Fath Hidayatullah Batu Kajang, pada ba’da Subuh, Ramadhan 1447 H.
Kegiatan ini diikuti oleh para ustadz, santri, serta tokoh masyarakat setempat yang tampak antusias memadati masjid sejak dini hari. Ceramah subuh tersebut menjadi bagian dari ikhtiar dakwah Ramadhan untuk memperkuat pemahaman umat tentang posisi strategis Al-Qur’an dalam kehidupan seorang muslim, khususnya di bulan yang penuh kemuliaan.

Kajian subuh tersebut disampaikan langsung oleh, Akhina Muhammad Ichsan, mahasiswa Kader Dai semester IV, dalam penyampaiannya bahwa Al-Qur’an bukan sekadar kitab bacaan, melainkan sumber kemuliaan dan pedoman hidup umat Islam. Dalam penyampaiannya, ia mengajak jamaah untuk melakukan refleksi mendalam tentang hubungan pribadi dengan Al-Qur’an.
“Jika malaikat menjadi mulia karena membawa Al-Qur’an, jika Nabi Muhammad Saw menjadi pemimpin para nabi karena menerima Al-Qur’an, jika Ramadhan menjadi bulan terbaik karena turunnya Al-Qur’an, dan jika Lailatul Qadar menjadi malam terbaik karena Al-Qur’an, maka sejauh mana kita bersama Al-Qur’an, sejauh itu pula kemuliaan kita,” ujar Muhammad Ichsan dalam ceramahnya.
Lebih lanjut, Akhina Ichsan menegaskan bahwa bulan Ramadhan merupakan momentum terbaik untuk memperbaiki interaksi umat Islam dengan Al-Qur’an, baik dari sisi membaca, memahami, maupun mengamalkan kandungannya. “Ramadhan bukan hanya bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi bulan Al-Qur’an. Maka sangat rugi jika Ramadhan berlalu tanpa ada peningkatan kedekatan kita dengan kitab suci,” tuturnya.
Ketua Panitia kegiatan, bapak Sukirno, S.Pd. Menyampaikan apresiasi atas penyampaian materi yang dinilai substantif dan berbobot. Ia menilai ceramah subuh tersebut mampu menggugah kesadaran jamaah akan pentingnya Al-Qur’an dalam membentuk pribadi muslim yang berakhlak.
“Penyampaian materi sudah bagus dan sistematis, serta didukung dalil-dalil yang kuat. Ini sangat penting agar jamaah tidak hanya tersentuh secara emosional, tetapi juga memahami landasan ilmiahnya,” ungkap Sukirno.
Namun demikian, ia juga memberikan masukan konstruktif kepada narasumber sebagai bagian dari proses pembinaan kader dai. “Ke depan, kualitas penyampaian perlu terus ditingkatkan, salah satunya dengan sedikit mengurangi kecepatan berbicara agar pesan inti lebih mengena dan mudah diterima oleh seluruh jamaah,” tambahnya.
Ceramah subuh ini mendapat respons positif dari para peserta. Jamaah terlihat khusyuk menyimak materi hingga akhir kegiatan. Salah seorang peserta, Dzaki, mengaku mendapatkan pencerahan yang mendalam dari ceramah tersebut.“Alhamdulillah, saya mendapatkan pencerahan yang sangat menyentuh. Penyampaiannya asyik, mudah dipahami, dan membuat saya lebih termotivasi untuk dekat dengan Al-Qur’an,” ujarnya.
Kegiatan ceramah subuh ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi Kader Dai Nusantara dalam mengisi ruang-ruang dakwah di tengah masyarakat. Melalui pendekatan edukatif dan persuasif, para kader diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai Al-Qur’an ke dalam kehidupan umat.
Panitia berharap, kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial Ramadhan, tetapi mampu memberikan dampak jangka panjang berupa meningkatnya kesadaran spiritual dan kualitas ibadah masyarakat.
Ketua Mitra Dai Nusantara, Ust. Hanafi, menyampaikan bahwa kegiatan ceramah subuh tersebut merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an kepada masyarakat, khususnya di momentum bulan suci Ramadhan. “Melalui ceramah subuh ini, kami ingin mengajak jamaah untuk kembali menempatkan Al-Qur’an sebagai pusat kehidupan. Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an, sehingga sudah sepatutnya diisi dengan penguatan iman, pemahaman, dan pengamalan ajaran Al-Qur’an secara nyata dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ust. Hanafi.






