Berita

TUGAS DAKWAH RAMADHAN, KADER DAI PELOSOK NEGERI GELAR KAJIAN TA’LIM AL-MUTA’ALLIM DI MASJID PONPES HIDAYATULLAH TUBAN

Tuban 01 Maret 2026 – Dalam rangka pelaksanaan Tugas Dakwah Ramadhan, Kader Dai Pelosok Negeri menggelar kegiatan Kajian Sebelum Berbuka dengan mengangkat kitab Ta’lim al-Muta’allim sebagai materi utama. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Pondok Pesantren Hidayatullah Tuban dan diikuti oleh para santri tingkat SMP dan SMK dengan penuh antusias.

Kajian tersebut dilaksanakan pada menjelang waktu berbuka puasa, pukul 17.00 hingga 17.50 WIB, menjadi bagian dari rangkaian pembinaan keilmuan dan akhlak santri selama bulan suci Ramadhan. Suasana masjid tampak khidmat, dengan para santri duduk rapi menyimak penyampaian materi yang sarat nilai adab dan spiritualitas.

Dalam kegiatan ini di hadiri oleh Narasumber Ustdz Rendi Agustyo S. Kader Dai yang tengah menjalani tugas dakwah Ramadhan. Dalam penyampaiannya, ia menekankan bahwa ilmu bukan sekadar kumpulan pengetahuan, melainkan cahaya yang harus dijaga dengan niat dan adab yang benar. “Hakikat ilmu adalah cahaya dari Allah. Cahaya itu tidak akan masuk ke hati yang kotor, sehingga seorang penuntut ilmu wajib menjaga niat dan adabnya,” ujar Rendi dalam kajian tersebut.

Lebih lanjut, Rendi menjelaskan bahwa niat yang lurus menjadi fondasi utama dalam proses belajar. Menurutnya, belajar bukan untuk mengejar pujian, kedudukan, atau popularitas, melainkan semata-mata untuk mencari ridha Allah Swt dan mengamalkan ilmu dalam kehidupan.

Selain membahas niat, dalam materi kajian juga menekankan pentingnya adab terhadap ilmu, kitab, guru, serta sesama teman. Rendi mengingatkan para santri agar menjaga sikap rendah hati, menghormati guru, serta tidak meremehkan ilmu sekecil apa pun. “Adab terhadap guru dan kitab adalah kunci keberkahan ilmu. Banyak ulama besar yang ilmunya luas bukan karena kecerdasan semata, tetapi karena adab yang mereka jaga sejak awal,” tuturnya.

Dalam kajian tersebut, Rendi juga mengingatkan santri untuk menghindari sikap wara’ yang keliru, yakni sikap berlebihan yang justru menjauhkan diri dari kewajiban menuntut ilmu. Ia menegaskan bahwa sikap hati-hati harus dibarengi dengan pemahaman yang benar agar tidak menjadi penghalang dalam belajar.

Ketua Panitia kegiatan, Ust. Lajianto, selaku pengurus DPD Hidayatullah Tuban, menyampaikan apresiasi atas kehadiran  kader dai pelosok negeri dalam melaksanakan  tugas dakwah Ramadhan di lingkungan pondok pesantren. “Alhamdulillah, kami sangat terbantu dengan adanya kader dai dalam melaksanakan tugas dakwah Ramadhan ini. Kehadiran mereka memberi warna baru dan semangat tersendiri bagi para santri,” ungkap Ust. Lajianto.

Ia menambahkan bahwa kontribusi Kader Dai tidak hanya terbatas pada pengisian kajian, tetapi juga terlibat langsung dalam kehidupan santri sehari-hari, mulai dari menjadi imam shalat hingga pendampingan di asrama. “Selain mengisi ceramah dan menjadi imam, akhi Rendi juga terlibat langsung dalam pendampingan santri di asrama. Ini sangat positif bagi pembinaan karakter santri,” lanjutnya.

Antusiasme peserta terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Para santri mengikuti kajian dengan penuh perhatian hingga menjelang waktu berbuka puasa. Salah satu peserta, Muhammad Farhan, santri asal Bima NTB, mengaku mendapatkan banyak pelajaran berharga dari kajian tersebut. “Selama proses ta’lim terasa seru dan asyik. Materinya sangat relate dengan kehidupan pondok, terutama tentang pentingnya beradab dalam mencari ilmu,” ujar Farhan.

Kegiatan kajian sebelum berbuka ini menjadi salah satu wujud nyata sinergi antara kader dai pelosok negeri dengan lembaga pendidikan Islam dalam memperkuat nilai-nilai adab dan keilmuan di kalangan generasi muda. Momentum Ramadhan dimanfaatkan secara optimal untuk menanamkan kesadaran bahwa ilmu dan akhlak harus berjalan seiring.

Ketua Mitra Dai Nusantara, Ust. Hanafi, menyampaikan bahwa kegiatan Tugas Dakwah Ramadhan ini merupakan bagian dari komitmen Mitra Dai Nusantara dalam menghadirkan dakwah yang menyentuh aspek keilmuan dan pembinaan adab generasi muda, khususnya di lingkungan pesantren. “Tugas Dakwah Ramadhan ini kami arahkan tidak hanya sebatas ceramah, tetapi juga pendampingan dan keteladanan. Melalui kajian Ta’lim al-Muta’allim, kami ingin menanamkan kembali nilai adab dalam menuntut ilmu kepada para santri sejak dini,” ujar Ust. Hanafi.

Mari kita dukung program Mitra Dai Nusantara

Silahkan berdonasi langsung ke BNI : 611 1442 022, Muamalat: 702 0040 540
A.n. Mitra Dai Nusantara

Bagikan tulisan ini!

Ajak keluarga, saudara, dan kawan untuk mendapatkan inspirasi

Tinggalkan komentar