Surabaya, 21 Maret 2026 — Suara takbir menggema di seluruh penjuru dunia, menandai datangnya Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah. Umat Muslim menyambut hari kemenangan dengan penuh suka cita, saling memaafkan, dan mempererat tali silaturahmi. Tradisi pulang kampung pun menjadi momen yang paling dinantikan, di mana sebagian besar masyarakat kembali ke kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga tercinta.
Namun, di tengah kebahagiaan tersebut, tidak semua orang dapat merasakan hangatnya kebersamaan dengan keluarga. Sejumlah kader dai pelosok negeri harus tetap tinggal di pondok pesantren karena keterbatasan jarak yang sangat jauh serta biaya perjalanan yang tidak sedikit. Meski demikian, mereka tetap berusaha merayakan Idulfitri dengan penuh keikhlasan dan kebersamaan bersama rekan-rekan seperjuangan.
Melihat kondisi tersebut, Mitra Dai Nusantara hadir untuk berbagi kebahagiaan dengan menyalurkan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada para kader dai pelosok negeri. Bantuan ini diharapkan dapat sedikit meringankan beban mereka sekaligus menjadi penghibur di tengah kerinduan terhadap keluarga.
Ketua Mitra Dai Nusantara, Abdul Hanafi, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk kepedulian terhadap para kader dai yang telah berkomitmen menjalani proses pembinaan demi mengemban tugas dakwah di masa depan.
“Kami memahami bahwa momen Idulfitri adalah waktu yang sangat berarti untuk berkumpul bersama keluarga. Namun, para kader dai ini harus menahan rindu karena keterbatasan. Oleh karena itu, kami ingin hadir untuk berbagi kebahagiaan dan memberikan dukungan kepada mereka,” ujarnya.
Di antara para kader dai yang tetap tinggal di pondok, terdapat nama-nama seperti Faqih, Jumarno, Fahad, dan Faiz. Mereka merupakan sebagian dari kader yang tidak pulang kampung karena terkendala biaya perjalanan. Meski harus merayakan Lebaran jauh dari keluarga, mereka tetap menunjukkan semangat dan keteguhan hati dalam menjalani hari-hari di pondok pesantren.
“Kami tentu rindu keluarga, apalagi di momen seperti ini. Tapi kami juga sadar bahwa ini adalah bagian dari perjuangan kami. Alhamdulillah, dengan adanya bantuan dari Mitra Dai Nusantara, kami merasa sangat terbantu dan sedikit terobati rasa rindu tersebut,” ungkap salah satu kader.
Suasana Lebaran di pondok pun tetap terasa hangat. Para kader dai merayakan hari raya dengan salat Id bersama, makan bersama, serta saling berbagi cerita untuk menguatkan satu sama lain. Kebersamaan ini menjadi pengganti keluarga yang jauh di kampung halaman.
Penyaluran THR ini bukan hanya memberikan bantuan secara materi, tetapi juga menghadirkan perhatian dan kepedulian yang sangat berarti bagi para kader dai. Dukungan tersebut menjadi motivasi bagi mereka untuk terus semangat dalam menuntut ilmu dan mempersiapkan diri menjadi dai yang siap mengabdi di pelosok negeri.
Mitra Dai Nusantara berkomitmen untuk terus mendukung para kader dai melalui berbagai program sosial dan pembinaan. Diharapkan, dengan adanya dukungan dari masyarakat luas, semakin banyak kader dai yang dapat terbantu dan semakin kuat dalam menjalankan misi dakwah di masa mendatang.
Momentum Idulfitri ini menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sejati tidak hanya tentang berkumpul bersama keluarga, tetapi juga tentang berbagi dan peduli terhadap sesama. Melalui langkah kecil ini, Mitra Dai Nusantara berupaya menghadirkan senyum dan harapan bagi para pejuang dakwah di pelosok negeri.






