Surabaya, 11 September 2026 — Mitra Dai Nusantara (MDN) menggelar kegiatan Wawancara Komitmen Calon Penerima Beasiswa Kader Dai Pelosok Negeri bersama para mahasantri baru yang mengikuti program pengaderan dai. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses penguatan komitmen calon penerima beasiswa sebelum menjalani masa pendidikan dan pembinaan selama empat tahun.
Program Beasiswa Kader Dai Pelosok Negeri merupakan salah satu bentuk komitmen Mitra Dai Nusantara dalam mendukung keberlangsungan dakwah, khususnya dalam menyiapkan kader-kader dai yang siap mengabdi di berbagai daerah di Indonesia. Para mahasantri yang dinyatakan memenuhi ketentuan program akan memperoleh dukungan pembiayaan pendidikan berupa konsumsi, asrama, SPP, serta pendidikan diniyah selama menjalani masa studi.
Ketua Mitra Dai Nusantara, Abdul Hanafi, M.I.Kom., dalam arahannya menyampaikan bahwa MDN merupakan lembaga yang memiliki perhatian terhadap keterlaksanaan dan keberlangsungan dakwah hingga ke berbagai pelosok negeri. Oleh karena itu, program beasiswa tidak hanya dipahami sebagai bantuan pembiayaan pendidikan, tetapi juga bagian dari investasi pengaderan dai untuk masa depan umat.

Ia menegaskan bahwa salah satu karakter utama yang harus dimiliki seorang kader dai adalah berilmu. Karakter tersebut perlu dibangun melalui kesungguhan dalam belajar, keaktifan mengikuti proses perkuliahan, serta kebiasaan membaca dan terus mengembangkan wawasan.
“Seorang kader dai harus serius dalam belajar, aktif dalam perkuliahan, serta memiliki semangat membaca dan memperluas wawasan. Bekal ilmu inilah yang nantinya menjadi kekuatan ketika menjalankan tugas dakwah di tengah masyarakat,” pesannya.
Pada kesempatan yang sama, perwakilan STAI Luqman Al Hakim Surabaya, Dr. Mashud, M.Si., juga memberikan motivasi kepada para mahasantri agar tetap memiliki semangat tinggi dalam menjalani proses pendidikan dan pengaderan.

Ia mengingatkan bahwa setiap fase pengaderan memiliki tantangan yang berbeda. Para mahasantri diminta untuk tidak mudah menyerah ketika menghadapi berbagai dinamika kehidupan kampus dan pembinaan.
“Terus semangat dalam belajar. Apa pun tantangan yang dihadapi selama berada di kampus pengaderan harus dijalani dengan sungguh-sungguh. Tantangan yang dihadapi di sini tentu akan berbeda dengan tantangan yang nantinya ditemui ketika berada di tempat penugasan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kepengasuhan, Alim Puspianto, M.I.Kom., menekankan pentingnya kesiapan kader untuk belajar memimpin sekaligus siap dipimpin. Menurutnya, kemampuan tersebut merupakan bagian penting dalam proses pembentukan karakter seorang dai.
“Sebagai kader dai yang nantinya siap ditugaskan, teman-teman harus belajar untuk siap dipimpin sekaligus siap memimpin. Hari ini telah hadir Mitra Dai Nusantara yang akan mendukung teman-teman melalui program beasiswa kader dai hingga menyelesaikan pendidikan dan siap menjalankan penugasan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan wawancara komitmen ini, MDN berharap para penerima beasiswa tidak hanya memiliki kesungguhan dalam menyelesaikan pendidikan, tetapi juga mempunyai kesiapan mental, spiritual, intelektual, dan kepemimpinan untuk mengemban amanah dakwah.
Program Beasiswa Kader Dai Pelosok Negeri diharapkan dapat terus melahirkan generasi dai yang berilmu, berkarakter, tangguh, serta siap mengabdikan diri bagi masyarakat dan umat di berbagai pelosok Indonesia.






