Surabaya, 15 Juni 2026 — Dalam rangka menyambut datangnya bulan Muharram 1448 H, Pemuda Hidayatullah Daerah Surabaya bersama Yayasan Mitra Dai Nusantara menggelar kajian keislaman bersama mahasiswa kader dai. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Darul Arqom, Kampus Pengkaderan Mahasiswa Kader Dai Pelosok Negeri, Surabaya.
Kajian Muharram tersebut menghadirkan Ustadz Nur Huda, M.Pd., selaku Kepala Departemen Pendidikan Keluarga DPP Hidayatullah, sebagai narasumber utama. Mengangkat tema “Riset Hati, Perbaiki Diri, Wujudkan Hijrah yang Berarti”, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para peserta untuk melakukan muhasabah diri sekaligus memperkuat semangat hijrah dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan yang digelar pada malam hari ini dihadiri sekitar 30 jamaah. Mereka terdiri dari mahasiswa kader dai, pengurus Pemuda Hidayatullah Surabaya, serta sejumlah jamaah yang turut antusias mengikuti kajian hingga selesai. Suasana kajian berlangsung khidmat dan penuh semangat, terlebih tema yang diangkat sangat relevan dengan momentum pergantian tahun baru Islam.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Nur Huda menyampaikan bahwa hijrah bukan sekadar berpindah secara fisik, tetapi merupakan perubahan mendasar dalam diri seorang Muslim untuk meninggalkan segala sesuatu yang dilarang Allah menuju perkara yang dicintai dan diridhai-Nya.
Menurutnya, hakikat hijrah adalah berpindah dari yang diharamkan Allah menuju kehidupan yang lebih baik sesuai tuntunan Islam. Ia juga menegaskan bahwa hijrah yang dilandasi niat untuk meraih rahmat Allah akan mengantarkan seseorang pada ampunan dan kasih sayang-Nya.
Ustadz Nur Huda menjelaskan bahwa hijrah memiliki hubungan yang sangat erat dengan taubat. Seseorang yang ingin berhijrah harus berani melakukan evaluasi diri, menyadari kesalahan, lalu memperbaiki langkah kehidupannya. Meski hijrah bukan perkara mudah, namun pahala dan keutamaannya sangat besar di sisi Allah.
Dalam kajian tersebut, ia juga menyampaikan beberapa poin penting tentang hijrah. Di antaranya, hijrah dari kekufuran menuju keimanan yang benar kepada Allah akan melahirkan kemerdekaan jiwa dan kelapangan rezeki. Namun, proses hijrah pasti memiliki tantangan, baik dari teman, lingkungan, kebiasaan lama, godaan setan, maupun pihak-pihak yang tidak menginginkan seseorang menjadi lebih baik.
“Allah akan mengganti keburukan dengan kebaikan bagi hamba-Nya yang sungguh-sungguh bertaubat dan memperbaiki diri,” demikian pesan yang ditekankan dalam tausiyah tersebut.
Pada sesi akhir kegiatan, Ketua Pemuda Hidayatullah Daerah Surabaya, Bang Safri, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara tersebut. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kajian Muharram ini.

“Alhamdulillah acara ini berjalan dengan lancar berkat dukungan dari semua pihak. Terima kasih banyak kepada Ustadz Nur Huda yang telah meluangkan waktu untuk memberikan tausiyah kepada kami, khususnya para pemuda yang saat ini menghadapi banyak tantangan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Mitra Dai Nusantara, Ustadz Abdul Hanafi, turut menyampaikan apresiasi kepada Pemuda Hidayatullah Surabaya atas sinergi yang telah terbangun. Ia juga menyampaikan terima kasih karena mahasiswa kader dai dilibatkan secara langsung dalam kegiatan menyambut Muharram 1448 H ini.
Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting untuk menanamkan nilai-nilai hijrah, perjuangan, dan perbaikan diri kepada generasi muda, khususnya para mahasiswa kader dai yang kelak akan terjun berdakwah di tengah masyarakat.
Melalui kajian Muharram ini, diharapkan para peserta dapat menjadikan tahun baru Islam sebagai momentum untuk memperbaiki hati, memperkuat iman, meningkatkan amal saleh, serta menghadirkan perubahan nyata dalam kehidupan pribadi maupun sosial.






