Surabaya, 06 Februari 2026 — Kader Dai Pelosok Negeri kembali mengikuti kegiatan ilmiah yang sarat nilai keilmuan melalui Majelis Pembacaan Hadis Bersanad yang diselenggarakan di Surabaya. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya penting dalam memperkuat pemahaman agama yang bersumber langsung dari jalur keilmuan yang tersambung hingga Rasulullah SAW.
Dalam majelis tersebut, para peserta diajak memahami pentingnya sanad dalam tradisi keilmuan Islam. Ustadz Abdullah membuka kajian dengan mengutip perkataan Imam Abdullah bin Mubarak, “Al-isnâd minad dîn, walau lâl isnâd laqâla man syâ’a mâ syâ’a”, yang berarti, “Sanad adalah bagian dari agama. Seandainya tidak ada sanad, tentu siapa saja bebas berkata apa saja tentang agama”. Ungkapan ini menegaskan bahwa sanad bukan sekadar formalitas, melainkan penjaga kemurnian ilmu dan ajaran Islam.

Ustadz Abdullah menjelaskan bahwa sanad merupakan silsilah guru yang menyambungkan ilmu dari seorang ulama kepada ulama sebelumnya hingga bersambung kepada Nabi Muhammad SAW. Melalui sanad inilah keilmuan Islam terjaga dari penyimpangan dan pemahaman yang keliru.
Dalam kesempatan tersebut, beliau juga membahas Kitab Hadis Arba’in An-Nawawi yang berisi 42 hadis pokok yang menjadi fondasi ajaran Islam. Ustadz Abdullah menyampaikan bahwa sanad keilmuan yang digunakan dalam majelis ini bersumber dari para ulama di tiga negara, yakni Sudan, Mesir, dan Indonesia. Hal ini menunjukkan luasnya jaringan keilmuan Islam yang tetap terhubung secara otentik hingga hari ini.
Sementara itu, Ustadz Alim selaku Kepala Pengasuh menyampaikan bahwa kegiatan pembacaan hadis bersanad ini merupakan bagian dari keseriusan lembaga dalam membina para kader dai. Menurutnya, kader dai tidak hanya dituntut mampu berdakwah secara aktif di masyarakat, tetapi juga harus memiliki dasar keilmuan yang kuat dan tersambung.
“Kegiatan ini adalah bentuk pengkaderan yang serius. Kami ingin para dai yang ditugaskan ke seluruh pelosok Nusantara membawa ilmu yang jelas sanadnya, sehingga dakwah yang disampaikan benar-benar dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan agama,” ujarnya.

Dukungan penuh juga disampaikan oleh Ketua Mitra Dai Nusantara, Ustadz Abdul Hanafi. Ia menegaskan komitmen lembaganya untuk terus mendukung program-program pembinaan kader dai, khususnya para penerima beasiswa Kader Dai Pelosok Negeri.
“Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini karena memberikan bekal keilmuan yang sangat berharga bagi para kader. Dengan sanad yang jelas, para dai siap terjun ke masyarakat dengan ilmu yang lurus dan terpercaya,” ungkapnya.Majelis Pembacaan Hadis Bersanad ini tidak hanya menjadi forum belajar, tetapi juga menjadi momentum spiritual dan intelektual bagi para kader dai. Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir para dai yang tidak hanya semangat berdakwah, tetapi juga kokoh dalam keilmuan, menjaga kemurnian ajaran Islam, serta siap mengabdi di seluruh penjuru negeri.







