Mojokerto, 31 Oktober 2025 — Dakwah tak selalu dilakukan di mimbar atau majelis kajian. Bagi para Kader Dai Nusantara, dakwah juga bisa diwujudkan melalui pendidikan dan pengabdian masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan inisiatif para kader yang membuka kelas bahasa Inggris dan Arab secara gratis bagi siswa SMP dan SMK Penanggungan di Desa Kesemen, Kabupaten Mojokerto, yang berjarak sekitar dua kilometer dari kampus pengkaderan MDN.
Program ini lahir dari kepedulian para kader terhadap kondisi pendidikan bahasa di daerah tersebut. Dengan semangat berbagi ilmu, mereka berinisiatif mengadakan kelas tambahan di luar jam sekolah. Uniknya, peserta didik bukan hanya siswa SMK, tetapi juga anak-anak SD dan SMP dari wilayah sekitar Penanggungan yang tertarik untuk belajar bahasa asing.
Salah satu kader Dai Nusantara menceritakan bahwa kegiatan ini berawal dari rasa ragu, namun lambat laun berubah menjadi semangat dan kebahagiaan tersendiri.
“Awalnya kami tidak yakin apakah akan ada siswa yang berminat. Tapi ternyata antusiasme mereka luar biasa. Bahkan banyak anak yang datang lebih awal sebelum kelas dimulai,” ujarnya.
Ia juga mengisahkan pengalamannya saat pertama kali berdiri di depan kelas.
“Waktu itu saya gugup sekali. Tapi ketika melihat semangat para siswa, rasa gugup itu perlahan hilang. Justru saya merasa bahagia bisa berbagi ilmu dengan mereka,” tambahnya.
Setiap pekan, kegiatan belajar dilaksanakan satu kali dalam seminggu, setiap hari Jumat setelah salat Ashar hingga pukul 17.00 WIB. Dalam kegiatan tersebut, para kader mengajarkan dasar-dasar bahasa Inggris seperti percakapan sederhana, kosakata, serta pengucapan yang benar. Untuk bahasa Arab, para siswa diperkenalkan dengan huruf hijaiyah, mufradat, dan percakapan ringan yang mudah dipahami.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah. Ibu Cus, guru bahasa Inggris di SMP Penanggungan, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada para kader dai.
“Kami sangat bersyukur atas kehadiran adik-adik dari Kader Dai Nusantara. Mereka membawa semangat baru bagi siswa-siswi kami. Anak-anak jadi lebih antusias belajar bahasa, apalagi karena metode yang digunakan sangat menyenangkan,” tuturnya.
Menurutnya, pendekatan para kader yang ramah dan interaktif membuat siswa merasa lebih percaya diri.
“Biasanya anak-anak malu berbicara bahasa Inggris atau Arab, tapi sekarang mereka lebih berani mencoba,” tambahnya.
Salah satu kader, Iyan, juga mengaku mendapatkan pengalaman berharga dari kegiatan ini.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa berbagi ilmu dengan anak-anak di sini. Selain menambah pengalaman mengajar, kegiatan ini juga menjadi sarana dakwah yang menyenangkan. Kami belajar banyak tentang kesabaran dan keikhlasan,” ujarnya.
Para siswa pun memberikan respon positif. Mereka merasa senang bisa belajar bahasa secara gratis dan memiliki teman baru dari kalangan mahasiswa. Bagi mereka, kehadiran kader dai bukan sekadar guru, tetapi juga sosok inspiratif yang menumbuhkan semangat belajar dan berakhlak baik.
Melalui program sederhana ini, Kader Dai Nusantara berhasil menunjukkan bahwa dakwah tidak selalu identik dengan ceramah. Dakwah juga bisa diwujudkan melalui pendidikan, pelayanan, dan pengabdian yang menyentuh hati masyarakat. Semangat berbagi ilmu yang mereka tunjukkan menjadi bukti nyata bahwa menjadi dai berarti juga menjadi pelita bagi lingkungan sekitarnya.
Melihat semangat dan inisiatif para kader dai, Mitra Dai Nusantara (MDN) terus berkomitmen memberikan dukungan penuh di setiap kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan kadernya. Baik dalam bentuk pendampingan, pembinaan, maupun dukungan moral dan program, MDN berupaya agar setiap kader dapat terus tumbuh menjadi dai yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi umat.






